Pedihnya Pengkhianatan dipadu Indahnya Keikhlasan

18 Oct 2013

27867e6fd7fd9dac40ffe5dbfafc0348_frankfurt-to-jakarta_fb

Judul : Frankfurt to Jakarta
Penulis : Leyla Hana dan Annisah Rasbell
Penerbit : Edu Penguin
Cetakan pertama : Juni, 2013
Tebal : 320 halaman
Harga : Rp 45.000
ISBN : 978-602-17777-2-5

***

Wanita mana yang tak merasa sakit hati akibat pengkhianatan yang dilakukan oleh orang yang paling dicintainya. Dua wanita, Andini Yusuf dan Rianda Setyaningrum sama-sama merasakan kepedihan itu. Mereka disakiti oleh lelaki yang sama, Fedi Rizal Prabowo.

Rianda bertemu dengan Fedi saat ia menginjakkan kaki untuk pertama kali di Jerman. Fedi dikenalkan oleh Zefa sahabatnya. Fedi dan Rianda jatuh cinta pada pandangan pertama. Setelah perkenalan itu, hubungan mereka pun semakin dekat. Singkat cerita, Fedi dan Rianda akhirnya berpacaran.

Sebelum kepulangan Fedi ke Indonesia setelah ia menyelesaikan study-nya, ia mengajak Rianda berjalan-jalan ke Main Tower. Jalan-jalan ini bukan jalan-jalan biasa, sebab ada sesuatu yang ingin ia sampaikan pada Rianda. Di salah satu restauran di Main Tower itulah Fedi berjanji akan menunggu Rianda menyelesaikan kuliah S2nya dan akan menikahinya. Di restauran itu pula, Fedi menyematkan cincin di jari manis Rianda untuk meyakinkannya, sambil berkata,”Rianda, janji ya selesainya kuliah nanti, kamu akan datangi aku lagi dan nikah denganku.” (hal 85)

Dunia berubah menjadi bisu, atau Rianda yang berubah menjadi tuli. Rianda hanya dapat melihat Zefa seolah sedang berbicara, tapi ia tak dapat mendengarnya (hal 106) setelah Zefa memperlihatkan undangan pernikahan Fedi dengan seseorang yang bernama Andini Yusuf melalui wall facebook.

Andini, gadis berbibir tipis dengan semangat yang tak pernah padam untuk mengenyam pendidikan setinggi mungkin ini harus kecewa atas keputusan suaminya, Fedi, yang tak menijinkannya untuk melanjutkan kuliah setelah menikah. Padahal Fedi telah berjanji akan mengijinkan Andini untuk melanjutkan kuliahnya sebelum mereka menikah. Andini sangat ingin menuntaskan pendidikkannya dan berkeinginan menjadi wanita karier.

Belum hilang kekecewaan Andini atas penolakkan Fedi untuk melanjutkan kuliah, Andini dihadapkan pada ujian yang tak kalah dahsyat. Fedi ternyata menjalin hubungan dengan Rianda, mantan pacar Fedi saat Fedi kuliah di Jerman.

Pertemuan tak sengaja antara Fedi dan Rianda dalam sebuah acara memunculkan kembali bibit cinta lama mereka yang membuat mereka kembali dekat. Entah apa yang ada di kepala Fedi, saat mereka berada di cafe Diamond, sambil menyematkan sebuah cincin bermahkotakan berlian di jari manis Rianda, Fedi berkata,”Rianda…aku tahu sudah tidak ada lagi kesempatan untuk mengubah masa lalu kita. Tapi kita masih punya kesempatan untuk merencanakan masa depan kita. Kamu…mau, kan?” (hal 216) Fedi kembali melamar Rianda untuk kedua kalinya.

Lelaki tak butuh cinta untuk dapat menjalin hubungan dengan seorang wanita yang menarik. Sebab, cinta, bagi seorang lelaki, adalah daya tarik wanita itu sendiri. (hal 249) Itulah jawaban rasional yang Fedi ungkapkan pada Rianda mengapa akhirnya ia memilih menikahi Andini. Padahal ia tahu benar, cintanya telah tertambat pada Rianda.

Keikhlasan Andini menyadarkan semua dan menutupnya dengan akhir yang indah. Tak ada yang salah dengan cinta yang hadir. Siapa yang berani menyalahkan cinta, sebab cinta datang tanpa diminta. (hal 314). Hanya saja, cinta harus ditempatkan ditempat yang seharusnya, agar ia tetap indah.

***

Perpaduan POV I dan POV III novel ini sangat pas. Tak terasa jika novel ini merupakan hasil duet antara Leyla Hana dengan Annisah Rasbell. Luar biasanya lagi, Leyla dan Annisah terpisah jarak ratusan mil. Annisah Rasbell, wanita berdarah Palembang yang akrab dipanggil Icha ini kini tinggal di Qatar. Sementara Leyla Hana penulis yang telah menelurkan 19 novel ini tinggal di Citayam, Bogor. Entah bagaimana mereka menyatukan ide dan meramunya, hingga terciptalah novel Jakarta to Frangfurt ini.

Konflik yang dibangun kedua penulis mampu mengaduk-aduk perasaan pembaca. Terlebih saat Andini mengijinkan Fedi untuk memadunya dengan Rianda. Sementara di sisi lain, Rianda mengalami pertentangan batin antara menerima dan menolak untuk berpoligami.

Kisah Frankfurt to Jakarta merupakan kisah sarat inspirasi dan pelajaran hidup yang sangat berharga. Tak salah jika novel ini disebut sebagai novel inspiratif seperti yang tertera di pojok sampul.


TAGS


-

Author

Follow Me