Betang, Cinta yang Tumbuh dalam Diam

19 Nov 2013

Judul : Betang, Cinta yang Tumbuh dalam Diam
Penulis : Shabrina Ws
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Tebal : 175 halaman
ISBN : 978-602-02-2389-6
Harga : Rp 29.600

***

Betang, rumah besar dan panjang dengan tiang-tiang kokoh dari kayu ulin, coklat kehitaman menjadi tempat bagi Danum menyimpan kenangannya bersama Dehen, Arba, Kai dan Ini.

Rumah khas Kalimantan Tengah itu kini sepi. Satu persatu penghuni rumah Betang meninggalkan rumah ini dengan alasan sendiri-sendiri. Termasuk Dehen. Sahabat kecil yang senantiasa menemaninya bermain dan mendayung jukung bersama menyusuri sungai Barito yang diam-diam namanya Danum patri dalam hatinya yang paling dalam. Kegundahan Danum bertambah saat ia menyadari, ia pun akan pergi meninggalkan rumah betang. Sesuatu yang tak pernah terlintas dalam mimpinya sekalipun.

Betang, sebuah kisah perjuangan Danum, gadis manis yang tak pernah mengenal ayah dan ibunya untuk menjadi atlet dayung Nasional yang memungkinkannya berkeliling dunia dan mengibarkan bendera merah putih di negeri orang. Perjuangan yang tak mudah baginya, sebab itu berarti ia harus meninggalkan rumah Betang dan yang lebih membuatnya bimbang ialah ia harus pergi meninggalkan Kai.

Kai, kakek sekaligus ayah baginya. Satu-satunya keluarga yang masih bersamanya selain Arba setelah Uma dan Ini meninggal serta Ayah yang pergi meninggalkannya sejak ia lahir. Beruntung ia memiliki kakak seperti Arba yang tak henti-henti memberinya semangat untuk terus maju dan menghilangkan kebimbangannya. “Kamu tahu, tak ada yang lebih menakutkan daripada kehilangan keberanian!” ujar Arba sambil berlalu meninggalkan Danum. (hal 4)

“Kamu tahu, tak ada yang lebih menakutkan daripada kehilangan keberanian!

Akankah Danum berhasil menghilangkan kebimbangan dan meraih impiannya? Bagaimana dengan Dehen, pria yang diam-diam dia cintai, akankah kisah cinta mereka bersatu? Simak kisahnya dalam Betang Cinta yang Tumbuh dalam Diam.

***

Shabrina Ws, penulis kelahiran Pacitan ini telah menelurkan 7 buku sejak tahun 2004. Beberapa novelnya bahkan menyabet juara pada perlombaan menulis novel.
Setting rumah Betang khas Kalimantan Tengah begitu apik dituturkan penulis. Detil namun tak terkesan informatif. Ada “nyawa” dibalik deskripsi suasana rumah Betang.

Walaupun konflik yang dibangun tidak terlalu meletup-letup, ada satu kejanggalan saat sang kakek dikabarkan meninggal. Sebelumnya tidak pernah diceritakan oleh penulis jika sang kakek terlihat sakit. Tak diceritakan pula tanda-tanda dekatnya kematian Kai. Saya merasa ini terlalu dipaksakan untuk mendramatisir cerita.

Over all, Bentang mengajarkan kita tentang kokohnya ikatan keluarga yang dibangun oleh keikhlasan dan cinta. Beberapa kali saya harus menitikkan air mata mengingat saya seorang broken home yang sudah lupa akan ikatan itu. Betang juga memberi saya jawaban atas ketidak mengertian saya mengapa ada orang yang meninggalkan karier dan kehidupan suksesnya di kota lain untuk pulang demi merawat kedua orang tuanya.

ab2df1b82b7cbaf7108fefb4150c7219_betang


TAGS


-

Author

Follow Me