My Avilla

21 Nov 2013

Judul : My Avilla
Penulis : Iva Avianty
Penerbit : Indiva Media Kreasi
Tebal : 184 halaman
Ukuran : 14×20 cm
Terbitan Pertama : Februari, 2012
ISBN : 978-602-8277-49-5
Harga : Rp 39.000

***

My Avilla novel karya Iva Avianty ini berhasil menyabet gelar juara III lomba penulisan novel inspiratif dari penerbit Indiva. Gelar tersebut tak urung membuat saya penasaran, sebab sepanjang pengetahuan saya, novel-novel terbitan Indiva Media Kreasi biasanya tak hanya inspiratif, juga kaya nilai-nilai Islam di dalamnya. Dengan diganjarnya My Avilla sebagai novel inspiratif, tentunya novel ini memiliki kualitas lebih.

Cinta dan keikhlasan harusnya duduk berdampingan dan bukannya saling meniadakan (halaman 16)

Cerita dimulai dengan kedatangan tiba-tiba Trudy saat sang nenek meninggal setelah bertahun-tahun ia dan keluarganya putus komunikasi. Kepulangan Trudy ke Indonesia setelah sekian lama berpetualang di Oslo itu tak hanya memberikan kejutan pada keluarganya, juga membuka cerita lama keluarga ini.

***

Fajar Lintang Bagaskara Sudiyanto, lelaki pencari Tuhan ini besar dalam keluarga perkawinan campuran Muslim dan Katholik. Sejak TK ia menderita low vision, cacat yang menyebabkannya menjadi pribadi pendiam yang tak memiliki teman maupun sahabat. Baginya, sahabat yang selalu menerimanya apa adanya dan selalu membuka tangan-Nya kapan saja ia mau hanyalah Tuhan. Tuhan dalam agama apapun! (halaman 32)

Pertemuannya dengan Margriet saat pembekalan pelajar berprestasi oleh alumni siswa yang diwakili Margriet tak urung menggetarkan hatinya. Margriet, perempuan religius itu ternyata kakak Trudy, perempuan yang akan dijodohkan papa untuknya yang ia ketahui saat kunjungannya ke rumah Trudy untuk mengerjakan tugas sekolah.

Trudy Carissa Hasan. Ia lahir sebagai The Queen Bee alami ini selalu haus akan tantangan. Baginya, hidup adalah kompetisi. Semua harus dilombakan. Siapa unggul, dia dapat kesempatan. (halaman 24) Termasuk bersaing dengan kakaknya sendiri, Margriet. Tak terkecuali dalam memperebutkan Fajar, teman satu sekolahan yang mulai menarik hatinya.

Doktrin itu ia temukan seiring dengan apa yang ia temui sehari-hari. Sejak kecil Trudy sering sakit-sakitan dengan penyakit aneh yang membuatnya malu. Rasa malu yang pada akhirnya memunculkan semangat dalam dirinya untuk bersaing dengan Margriet.

Margriet Avilla Hasan, anak pertama keluarga Hasan ini tak hanya cantik. Ia memiliki segudang prestasi. Tak hanya pintar di sekolahan, ia pun pintar bahasa asing, pandai menyanyi, memasak dan membuat kue, dan pintar segala macam kesenian dan keterampilan. Margriet adalah The Crown Princess dalam keluarga Hermawan Hasan.

Kereligiusan Margriet membuat Fajar kagum padanya. Rasa kagum yang tumbuh menjadi rasa cinta itu ternyata bersambut. Margriet ternyata memiliki perasaan yang sama. Namun sayangnya, perasaan itu coba ditepis Margriet karena ia tahu Trudy juga memiliki perasaan yang sama pada Fajar. Belum lagi usia mereka yang terpaut cukup jauh yakni empat tahun. Dan itu cukup menjadi alasan bagi Margriet untuk menganggap Fajar sebagai adik dan meminta Fajar untuk pergi dari kehidupannya.

Setelah kejujurannya melukai dua bersaudara tersebut, Fajar akhirnya pergi, menjauh dari mereka dan memutuskan untuk melanjutkan jenjang perguruan tingginya di Polintificial Gregorian University, Roma agar ia semakin dekat dengan Tuhan dan bisa melayani-Nya.

Waktu berlalu, Trudy tetap dengan cintanya pada Fajar, begitu pula dengan Fajar, ia tetap memimpikan dipertemukan dengan Margriet. Sementara Margriet tenggelam dalam kesibukkannya sebagai dosen hingga suatu hari, seorang koleganya yang bernama Phill mengganggu kehidupannya.

Phill yang ateis itu tergerak untuk menjadi mualaf disebabkan cintanya pada Margriet. Saat akhirnya Margriet menerima Phill, hati Margriet tetap dilanda kebimbangan sebab ia tetap masih menyimpan nama Fajar dalam hatinya. Cinta, perhatian dan kelembutan serta keteguhan Phill dalam mempelajari Islam meluluhkan hati Margriet.

……kebahagiaan itu sesungguhnya sederhana. Dia ada dalam hati yang bersyukur, dan ketulusan mencintai serta memaafkan.

Novel ini sukses membuat saya meleleh. Apalagi saat membaca kisah di bab-bab akhir. Terutama saat akhirnya takdir mempertemukan kembali Margret dan Fajar dalam ikatan perkawinan. Kebersamaannya dengan Fajar yang dulu didambanya ternyata tak seindah kebersamaannya dengan Phill yang diawali dengan keterpaksaan.

Novel yang kaya akan diksi ini memberi porsi penceritaan yang seimbang pada tiap-tiap tokohnya sehingga pembaca memahami karakter masing-masing tokoh. Alur novel ini mengalir dan enak dipahami, hingga pembaca tak perlu mengerutkan dahi walaupun tema yang diusung penulis sejatinya tema “berat”.

Sayangnya, latar tempat novel ini yakni Jakarta, Oslo dan Roma kurang tergali apik. Dengan tema yang berbobot serta alur yang mengalir, pastinya novel ini lebih menggigit jika di dukung latar yang di-explore secara detil dan mendalam oleh penulis.

619bea37eec4c5e7ddd5ba9662efb986_my-villa-indiva


TAGS My Avilla Indiva


-

Author

Follow Me