Pursue Your Dream!

27 Nov 2013

d23ce145ec7681ce39407b9bfac7079a_cineus2

Judul : CineUs
Penulis : Evi Sri Rejeki
Penerbit : Teen@Noura
Cetakan Pertama : Agustus, 2013
Tebal : 304 halaman
Genre : Fiksi Indonesia
ISBN : 978-602-7816-56-5
Harga : Rp. 48.500

Di dunia ini, ada dua hal yang pantas diperjuangkan. Yaitu impian dan cinta. -CineUs-

CineUs mengingatkan saya pada novel best seller berjudul Lupus karya Hilman Hariwijaya beberapa dekade lalu yang kemudian diangkat ke layar lebar serta sinetron dengan bintang Oka Sugawa *Duh, ketahuan angkatannya nih*. Novel kocak yang berkisah tentang persahabatan yang erat serta kaya akan nilai-nilai positif.

CineUs berkisah tentang perjuangan trio kwek-kwek Lena, Dania dan Dion dalam membangun Klub Film di sekolah Cerdas Pintar mulai dari pembentukannya, perjuangan untuk menghasilkan karya yang akan mengangkat citra Klub Film serta impian memenangkan lomba Festival Film Remaja di Jakarta.

Setinggi apapun impianmu, kamu hanya butuh percaya. (hal 280)

Setelah pemberitaan majalah sekolah yang mempermalukan Klub Film tahun lalu, Lena and the gank akhirnya bisa menggaet 7 murid kelas X yang super unik menjadi anggota Klub Film. Kini mereka berencana mengadakan acara nobar (nonton bareng) di lapangan basket dengan menampilkan film horor karya mereka.

Di tengah kesibukan Lena mempersiapkan film yang akan ditampil Klub Film dalam acara nobar, ia mendapat tantangan dari mantan pacarnya, Adit, untuk mengikuti Festival Film Remaja. Siapa yang kalah akan mendapat hukuman mencuci kaki pemenangnya dan bersedia menjadi penggulung kabel.

Kemenangan Lena dalam Festival Film Remaja tahun sebelumnya menjadi pemicu putusnya hubungan Lena dengan Adit. Kekalahan Adit atas Lena tidak bisa di terima Adit. Dan Festival Film Remaja kali ini menjadi pertaruhan harga diri keduanya. Komitmen Lena untuk membuat Klub Film bermartabat berbenturan dengan egonya untuk mengalahkan Adit dalam pertaruhan mereka.

Kalian enggak akan pernah jadi besar kalau enggak terima kritikan! (halaman 100)

Kehadiran Rizky, si pembuat web series Pangeran Kodok yang diidolakan anggota Klub Film tak pelak membawa Lena pada masalah pelik. Awalnya Lena menganggap kehadiran Rizky mampu menaikkan pamor Klub Film dan bisa membantunya mengalahakan pertaruhannya dengan Adit. Nyatanya, kehadiran Rizky justru menjadi pemicu konflik antar anggota Klub Film.

Kritikan Rizky atas karya Klub Film menyebabkan hengkangnya Romi dan anggota lain. Sialnya, Romi tak hanya hengkang membawa anggota Klub Film, ia juga membuat klub tandingan bernama Movie Club dan berhasil mengusir Klub Film dari basecamp mereka.

Perlakuan Romi pada Lena tak cukup sampai disitu. Ia bahkan mencoba menjegal Lena dengan berbagai cara agar tak bisa mengikuti Festival Film Remaja. Kelakuan Romi yang kelewat batas itu seperti menyiratkan dendam yang terpendam pada Lena. Apa yang melatari Romi berbuat sedemikian kejam terhadap Lena. Apakah hanya karena motif dendam. Ataukah ada motif lain dibalik itu semua. Lalu, akankah impian Lena dan kedua sahabatnya untuk menjuarai Festival Film Remaja bisa terwujud. Ikuti kisah selengkapnya dalam novel CineUs.

***

Evi Sri Rezeki sukses menghadirkan novel teenlit yang keluar dari mainstream novel-novel sejenis yang banyak beredar saat ini. Tak melulu bercerita soal cinta picisan ala anak SMA, CineUs berkisah tentang bagaimana memperjuangkan dan mewujudkan impian.

Saya suka dengan sampul novel yang berwarna biru muda dengan design yang terlihat dinamis. Khas anak muda banget. Penuh dengan gelora masa muda yang selalu menginginkan tantangan.

Tokoh-tokoh yang dihadirkan dalam novel ini pun tak melulu menampilkan wanita berwajah cantik dan bodi bak model. Begitu pula sebaliknya dengan tokoh pria. Lena digambarkan memiliki kecantikan pada umumnya wanita serta Rizky digambarkan berperawakan tambun serta memiliki wajah tak seganteng dan segagah aktor menjadikan novel ini terasa membumi.

Sayangnya, penulis tidak memaparkan kehidupan pribadi masing-masing tokoh secara gamblang, terutama tokoh utama novel ini. Hanya tokoh Dion yang dipaparkan kehidupan pribadinya di luar aktivitasnya di sekolah oleh penulis. Padahal dalam novel ini penulis menggunakan POV I yang memungkinkan penulis mengolah kehidupan Lena lebih dalam (tak melulu berkutat pada aktivitasnya di sekolah), hingga pembaca punya gambaran menyeluruh serta keterikatan dengan tokoh utama.

Alur lambat dan berkutat pada permasalahan Lena dan kedua sahabatnya saat awal merintis Klub Film di awal cerita serta setting novel yang lebih banyak menceritakan aktivitas di sekolahan terasa membosankan.

Beberapa kejanggalan cerita dalam novel ini seperti basecamp Rizky yang terletak di bekas bunker di area sekolah pun tak pelak menjadi tanda tanya pembaca. Evi menggambarkan bunker tersebut dipenuhi dengan fasilitas memadai untuk membuat film serta adanya akses internet yang dicuri dengan kabel milik sekolah. Walaupun ini hanya imajinasi, rasanya tetap sulit untuk dibayangkan.

Kejanggalan juga terdapat dalam beberapa kalimat dalam novel ini seperti kalimat muka Dania sekusut benang. Akan lebih tepat jika menggunakan kalimat, muka Dania terlihat seperti benang kusut.

Terlepas dari semua kekurangan dalam novel ini, saya memberi 3.5 bintang untuk CineUs atas ide kreatif penulis mengangkat tema perjuangan anak SMA dalam meraih impiannya serta persahabatan yang indah.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba review novel CineUs bersama Smartfren dan Noura Book

4f5a4fa3a6bd6b9b27e0ca6ea2a9d35c_andromax-t-300x250

cefe0e5f25ad09f50d3d58b16310a53c_flash_banner_cineus


TAGS CineUs Evi Sri Rejeki


-

Author

Follow Me