Mencecap Cinta, Rindu, Candu, dan Perpisahan dalam Secangkir Kopi

23 Dec 2013

62d79d7c0aca0d1765e405277e81ea08_coffe-memory-cover

Judul : The Coffee Memory
Penulis : Riawani Elyta
Penerbit : Penerbit Bentang
Cetakan Pertama : Maret, 2013
Tebal : 226 halaman
Genre : Fiksi Indonesia
ISBN : 978-602-7888-20-3
Harga : Rp.39.000

***

Andro dan kopi. Keduanya bagaikan soulmate yang tak terpisahkan. Andro bahkan sanggup menghabiskan lebih dari empat cangkir kopi demi menuntaskan hasratnya pada kenikmatan aroma dan rasa kopi yang baru ia temui. Andro pula yang telah memperkenalkan Dania pada sebuah dunia dan pemahaman baru tentang kopi serta bagaimana meraciknya dengan benar. (hal 5)

Demi kecintaannya pada kopi, Andro sering mengajak Dania berkeliling daerah untuk mencecap nikmatnya kopi bubuk disana. Kecintaan Andro pada kopi jualah yang menjadi alasan Andro dan Dania membuka usaha cafe bernama Katjoe Manis. Cafe yang hanya menyajikan kopi terbaik dunia.

Kecintaan Andro pada kopi menular pada Dania. Dania yang awalnya bukan penikmat kopi sejati pun akhirnya menjadi coffee lover. Sayangnya, kecintaan Dania pada kopi membuatnya sulit untuk melupakan Andro pasca kematian Andro. Dengan berat hati Dania memutuskan untuk menyingkirkan aroma kopi dalam hidupnya demi menyingkirkan bayang Andro. Dania membiarkan aroma kopi pergi bersama sang pemiliknya yang sampai kapan pun tidak akan pernah ia temui lagi. (hal 16)

Kopi yang membuat Dania terpuruk, kopi pula yang menyadarkannya untuk bangkit dan meneruskan usaha cafe Katjoe Manis yang ditinggalkan Andro padanya. Namun sayangnya, tak mudah bagi Dania meneruskan usaha cafe Katjoe Manis.

Penurunan omzet penjualan pasca ditutupnya Katjoe Manis untuk sementara waktu cukup menggoyahkan keuangan Katjoe Manis. Ketatnya persaingan cafe di sekitar Katjoe Manis serta ‘pembajakan’ barista andalannya oleh cafe yang ternyata milik Pram, TTM-nya (teman tapi mesra :D) waktu kuliah dulu yang ternyata juga menjadi kompetitor yang turut menurunkan omzet Ketjoe Manis secara drastis, serta trik licik Redi, kakak iparnya yang ingin mengambil alih Katjoe Manis tak pelak membuat Dania gamang. Akankah Dania tetap bertahan mengelola Katjoe Manis ditinggalkan Andro padanya? Sampai kapankah Dania bertahan menjadi single parent buat Sultan, anak semata wayangnya?

***

The Coffee Memory merupakan buku ketiga milik Riawani Elyta yang saya baca setelah A Cup of Tarapuccino dan A Miracle of Touch. Sama seperti kedua buku tersebut, saya kagum dengan riset seputar seluk beluk kopi dan bagaimana kopi bisa mewarnai kehidupan seseorang yang dilakukan penulis dalam novel ini.

Harumnya aroma kopi yang menguar betul-betul dapat saya rasakan dalam setiap inci novel ini. Dalam novel ini, kopi tak hanya sekedar minuman yang nikmat disajikan dingin maupun panas. Kopi sudah menjadi bagian dari nafas kehidupan, passion, impian dan pekatnya persaingan bisnis.

Ciri yang paling saya sukai dari novel-novel Riawani Elyta yakni detil dalam segala sisi yang membuat pembaca memiliki gambaran nyata bagian-bagian dari novel juga disajikan penulis dalam novel ini.

Alur lambat novel ini hampir saja membuat saya tak ingin meneruskan membacanya. Belum lagi aktivitas Dania yang banyak diceritakan berada di seputar cafe dengan aktivitas yang hampir mirip dengan aktivitas Tara di novel A Cup of Tarapuccino menambah kebosanan saya. Beruntung, plot novel ini digarap apik oleh penulisnya hingga mampu menutupi kekurangan tersebut. Beberapa konflik tidak diolah lebih dalam oleh penulis seperti konflik Dania dengan Redi serta kejadian terbakarnya Katjoe Manis. Kesalahan menuliskan nama cafe Katjoe Manis yang seharusnya Kajoe Manis mudah-mudahan bisa dibenahi pada cetakan selanjutnya, mengingat walaupun hal tersebut terlihat sepele, namun benar-benar mengganggu karena terdengar rancu dan memiliki arti yang berbeda.

Overall, dengan segala kekurangan dan kelebihannya, The Coffee Memory rasanya sayang untuk dilewatkan. Perjuangan hidup Dania dengan segala keterbatasan yang ia miliki menjadi pelajaran berharga yang bisa diambil dari novel ini. Dinamika bisnis cafe serta filosofi kopi yang bertaburan dalam novel ini akan menambah pengetahuan pembaca seperti apa sejatinya seluk beluk kopi dan geliat bisnisnya. Tiga setengah bintang dari lima bintang yang tersedia saya persembahkan untuk The Coffee Memory.

-
Home Perihal
Bukubuku Ika Koentjoro © 2017 All Right Reserved. Platform Blog Lokal Asli Indonesia